Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Minggu, 20 April 2014
Follow Us :
RSS
Minggu, 20 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Sidang Hambalang, 2 Saksi Sudutkan Andi

By Holong - Tue Nov 19, 8:53 pm

ADHYAKSA DAULT

JAKARTA, BARATAMEDIA – Sidang perkara dugaan korupsi Hambalang dengan terdakwa Deddy Kusdinar masih mengagendakan keterangan saksi-saksi. Pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (19/11), dua saksi menyudutkan Andi Mallarangeng.

Adhyaksa Dault, mantan Menpora yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, tak berapa lama setelah pelantikan Andi Mallarangeng sebagai Menpora, dilakukan perombakan pejabat eselon satu di lingkuangan Kemenpora. Anehnya, hanya Wafid Muharam yang tetap pada jabatannya, yakni Sekretaris Menpora.

Menurut Adhyaksa, pergantian pejabat itu diinformasikan Mahyuddin, Ketua Komisi X DPR saat itu, ketika mereka bertemu di sebuah pesta pernikahan pada awal 2010. “Tidak ada sebab, gak ada angin gak ada hujan, dia datang ke saya dan memberitahu,” kata Adhyaksa.

Adhyaksa mengaku heran dengan pergantian pejabat tersebut. Hal yang membuat dirinya tak habis pikir adalah pemangkasan pejabat pembuat komitmen yang berjumlah lebih dari 20 orang menjadi satu orang.

Saksi lainnya, anggota Tim Asistensi proyek Hambalang, Muhammad Arifin, mengakui adanya permintaan komitmen fee sebesar 18 persen dari nilai kontrak proyek Hambalang kepada PT Adhi Karya, selaku kontraktor utama proyek Hambalang. Komitmen itu, kata dia, rencananya akan diberikan untuk Andi Mallarangeng sebagai Menpora.

Arifin menuturkan, dia bersama tim asistensi proyek Hambalang lainnya Lisa Lukitawati, mantan Kabiro Perencanaan Keuangan Kemenpora Deddy Kusdinar, dan mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor mengadakan pertemuan di Plaza Senayan pada 2009, guna merealisasi permintaan komitmen itu. Namun, lanjutnya, saat itu pihak Adhi Karya belum memberikan jawaban.

Kemudian, sambung Arifin, pihak Adhi Karya kembali melakukan pertemuan guna membahas realisasi fee proyek Hambalang, di Kantor Adhi Karya. Pertemuan dihadiri Teuku Bagus dari pihak Adhi Karya, Direktur Dutasari Citralaras Mahfud Suroso dan dirinya mewakili Kemenpora.

“Ada usulan Mahfud masuk ke Subkon. Itu Teuku Bagus menyampaikan sebagian akan dimasukan ke Subkon,” ujar Arifin.

Setelah pertemuan itu, Arifin mengaku pernah mengantarkan Mahfud Suroso dua kali ke kediaman Lisa Lukitawati. “Pertama, ingin tahu alamatnya berikutnya antarkan komitmennya. Saya cuma dapat info dari Pak Mahfud titipan sudah disampaikan melalui Lisa,” paparnya.

Arifin juga mengatakan, Mahfud pernah menunjukkan kwitansi senilai Rp3 miliar kepadanya. Menurut Mahfud, itu merupakan komitmen awal atau downpayment (DP) proyek Hambalang. PT Dutasari Citralaras akhirnya menjadi sub kontraktor proyek Hambalang dalam penyediaan jasa instalasi kelistrikan. (fys)

Leave a Reply