Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Kamis, 18 September 2014
Follow Us :
RSS
Kamis, 18 September 2014
Pergerakan Kebangsaan

Roosdinal Salim: Buktikan Dahulu Chairun Nisa Khianati Golkar

By Nasrudin - Thu Oct 10, 8:09 pm

ROOSDINAL SALIM

JAKARTA, BARATAMEDIA – Di tengah meningkatnya elektabilitas, tiba-tiba Partai Golkar dikejutkan dengan kasus dugaan suap pengurusan sengketa hasil pemilihan bupati (Pilbup) Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Lebak, Banten. Sejumlah kadernya tersangkut ‘kongkalikong’ merekayasa hasil pilihan masyarakat daerah bersangkutan.

Yang sangat mengejutkan, anggota Fraksi Golkar DPR RI, Chairun Nisa (CHN)  ikut tersangkut. Khusus bagi Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua DPP Al-Hidayah ini, partai beringin tidak akan memberikan ‘perhatian khusus’. Pasalnya, tidak hanya membuat malu, melainkan juga sebagian kalangan kader partai menyebut CHN sebagai ‘pengkhianat Golkar’.

Sanksi tegas pun sudah menanti CHN tersebut. Sebab, dia dianggap membela calon partai lain dalam perebutan kursi orang nomor satu di Kabupaten Gunung Mas, Kalteng tersebut. Bahkan, dia dituding sebagai pihak penghubung Akil Mochtar untuk ‘menyulap’ putusan yang berpihak kepada calon bupati itu.

Sudah tepatkan sebutan tersebut bagi CHN? Bagaimana langkah Golkar dalam menghadapi masalah ini? Apakah hal ini juga membuat Golkar mengundurkan pelaksanaan Rapimnas? Berikut hasil wawancara BARATAMEDIA dengan pengurus DPP Golkar, Roosdinal Salim, Kamis (10/10) via telpon seluler :

BARATAMEDIA (BM): Mengapa Chairun Nisa atau CHN disebut sebagai penghianat Golkar?             

Roosdinal Salim (RS): Saya baru dengar kalau ada yang menyebut Chairun Nisa disebut pengkhianat Golkar. Kalau iya benar, saya ingin tahu siapa yang menyebut itu? Saya sama sekali tidak melihat kalau Chairun Nisa pengkhianat Golkar. Dia hanya termakan dengan keadaan yang ada, khususnya dalam pemilu legislatif nanti

BM: Apa sanksi yang akan dijatuhkan Golkar kepada yang bersangkutan?

RS: Kalau memang terbukti bersalah jelas partai pasti akan ‘menghukum’  dengan me-recall dia sebagai anggota DPR. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan kalau kesalahan berat, dia bisa dipecat sebagai anggota Partai Golkar.

BM: Apakah hanya Chairu Nissa di Golkar yang berpraktek sebagai calo perkara sengketa pilkada?

RS: Kalau praktik calo perkara sengketa pilkada itu sama kaya maaf ‘kentut’ tercium tapi sulit di buktikan siapa orangnya, maka untuk Chairun Nisa perlu dibuktikan apakah dia memang calo atau dijebak?

BM: Apa alasan sesungguhnya kenapa Rapimnas Golkar harus ditunda hanya karena alasan tidak dapat tempat atau hotel? 

RS: Dengan adanya kasus AM dan Chairun Nisa, maka kondisi eksternal Golkar kurang kondusif sehingga perlu di “dinginkan dahulu” agar cita-cita Rapimnas tercapai dan DPP Golkar akan konsolidasi untuk mematangkan materi dan ‘menjawab’ serangan akibat AM dan Chairun Nisa

Seperti diketahui, penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap lima orang pada Rabu (02/10) pukul 22.00 WIB lalu. Tiga orang, yakni AM yang diduga Ketua MK Akil Mochtar, CHN yang diduga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairunnisa, dan CN yang diduga pengusaha, ditangkap di rumah dinas Akil Mochtar.

CHN dan CN ditangkap oleh penyidik KPK usai serah terima uang Dolar Singapura senilai sekitar Rp3 miliar dengan AM di rumah dinasnya. Uang miliaran rupiah itu diduga berkaitan dengan perkara sengketa pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang berproses di MK.

Penangkapan berlanjut di sebuah Hotel Red Top, Jakarta Pusat. Dari hotel itu, penyidik KPK menangkap dua orang, yakni Hambit Binti alias HB yang merupakan calon bupati Gunung Mas dan DH dari pihak swasta. Kini, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan intensif KPK.(***)

Pewawancara: Eko Yulianto/Andi Asis

Leave a Reply