Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Jumat, 18 April 2014
Follow Us :
RSS
Jumat, 18 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Harus Diselesaikan, Kontroversi Kasus Kekejaman Westerling

Photo Gallery1 PhotoBy Sawerigading - Wed Sep 11, 7:09 am

BASRI SIDEHABI

JAKARTA, BARATAMEDIA – Masalah sejarah “hitam” tentang banyaknya rakyat Indonesia yang menjadi korban pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan dan Rawa Gede, Kerawang Jawa Barat, belakangan ini  mulai kembali menghangat.

Anggota Komisi I DPR RI, M.Basri Sidehabi mengusulkan pembentukan tim panitia kerja (Panja) DPR untuk menengahi kontroversi antara permintaan maaf pemerintah Belanda atas kekejaman dan pembantaian dan aksi penolakan dan penentangan dari dalam negeri terhadap sikap Belanda tersebut.

Melalui pesan pendek, Basri Sidehabi mengemukakan pandangannya kepada BARATAMEDIA Selasa (10/09), “Saya sebagai anggota DPR dari Komisi Satu melihat bahwa niat Belanda mau minta maaf merupakan langkah maju untuk rakyat Sulsel pada khususnya dan umumnya Bangsa Indonesia”.

Perwira purnawirawan angkatan udara tiga bintang itu mengemukakan alasannnya,  dengan adanya permintaan maaf Belanda tersebut, berarti Belanda mengakui kesalahan telah membantai rakyat Sulsel padad tahun 1946 – 1950 yang dikenal dengan sebutan Peristiwa Korban 40 000 Jiwa!

Namun demikian, menurut Basri Sidehabi yang juga adalah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu,  “saya mengusulkan, bahwa terkait adanya tuntutan rakyat/DPR kepada pemerintah Belanda, sebaiknya harus ada kompensasi kepada rakyat Sulsel sesuai jumlah penduduk yang telah menjadi korban pada peristiwa tersebut”

Basrie menegaskan, “Belanda jangan hanya mau mengakui cuma 10 orang saja”. Langkah kedua kata Basri, dia juga mengusulkan kepada Komisi I agar mengambil langkah – langkah konkrit”.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu mengharapkan Komisi I dapat membentuk sebuah panitia khusus. “Yaa…. yaitu membentuk Panja (Panitia Kerja) khusus masaalah Korban 40,000 Jiwa. Tujuannya, agar bisa sama dengan apa yang dilakukan terhadap korban di Rawa Gede, Kerawang Jawa Barat”, kata Basri.  

Sebagaimana diberitakan, pihak pemeritah Belanda disatu pihak merencanakan akan meminta maaf. Akan tetapi timbul kontroversi antara permintaan maaf pemerintah Belanda atas kekejaman dan pembantaian terhadap rakyat Indonesia dan dengan munculnya aksi penolakan atau penentangan terhadap sikap Belanda tersebut. 

“Kita sebaiknya tidak terburu-buru menentukan sikap resmi terhadap permintaan maaf pemerintah Belanda tersebut. Karena kami bisa memahami alasan dari sikap pemerintah RI dan juga suara dari masyarakat yang menolak permintaan maaf tersebut, ujar Basri.

Dengan adanya panitia kerja, lanjut Basri, diharap ada penyelesaian terhadap nasib para janda maupun keluarga korban kekejaman Westerling tersebut secara komprehensif dan bermartabat tanpa didasari rasa belas kasihan.(andi asis)


 

 

Photo Gallery

Leave a Reply