Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Kamis, 24 April 2014
Follow Us :
RSS
Kamis, 24 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

KPK Harus Bongkar Mafia Sektor Migas

By Nasrudin - Sun Aug 18, 8:06 am

ILUSTRASI

JAKARTA, BARATAMEDIA – Penanganan kasus dugaan penyuapan sektor migas, jangan hanya terfokus yang terjadi pada SKK Migas saja. Justru kasus itu merupakan pijakan awal bagi KPK untuk mengusut dan membongkar permainan yang melibatkan mafia di bidang tersebut. Sebab, sektor migas diduga sarat dengan korupsi.

“Mafia migas itu berisi orang-orang yang memiliki kekuasaan tinggi di Indonesia. Korupsi itu juga bisa dilakukan kapan saja dan di tempat manapun oleh pihak-pihak yang memiliki kekuatan dalam lingkar kekuasaan,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Energi Monitoring (Indering), Zuli Hendriyanto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/08).

Menurut dia, pengusutan KPK pada kasus dugaan suap oleh Kernel Pte Ltd kepada SKK Migas itu, harus dijadikan awal pengumpulan bukti membongkar kasus lainnya. sebab, selama ini, dugaan korupsi di bidang migas, sangat sulit dibongkar, karena benar-benar diatur dengan rapi oleh mafianya. Namun, kasus SKK MIgas ini harus menjadi momentum awal membongkar jaringan mafia migas yang lebih luas.

KPK juga perlu mengetahui, tutur Zuli, korupsi tidak hanya terjadi dalam pengelolaan migas. Namun, bisa terjadi pada pengelolaan sumber energi lainnya. Apalagi UU Migas lebih berpihak kepada asing. “Migas adalah salah satu sumber energi Indonesia. Ini adalah sumber kekayaan alam yang sangat berperan penting untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Jangan sampai dikuasai pihak asing,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua KPK Abraham Samad menyatakan bahwa pihaknya terus mengembangkan kasus suap SKK Migas. Penggeledahan terus dilakukan mendapatkan banyak bukti. Dari hasil penggeledahan sementara, tim penyidik KPK mendapatkan banyak dokumen penting.

Bahkan, dari dokumen yang ada itu, mengarah kepada  Menteri ESDM, Jero Wacik. Atas dasar ini, tim penyidik segera memanggilnya untuk dimintai keterangan. Dokumen berharga itu merupakan hasil penggeledahan di Kantor SKK Migas, melainkan juga dari ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM.

Namun, imbuhnya, sejauh ini belum ada penyelidikan baru dari KPK. Tetapi tim penyidik akan terus mencoba mengembangkan dari penggeledahan-penggeledahan yang dilakukannya. “Apakah ada fakta-fakta bukti yang siginfikan untuk bisa membongkar lebih jauh kasus ini? kalau memang ada, pasti segera kami dilakukan,” tandas dia.

Penyataan Abraham juga diperkuat pendapat Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas. Diyakininya bahwa kasus dugaan suap pada sektor migas, tidak mungkin hanya dilakukan pelaku tunggal. Pasti selalu ada pihak lain yang ikut bermain dalam kasus itu. Apalagi perkara ini berkaitan dengan pengambilan sebuah kebijakan.

Sudah pasti, ujarnya,  ada banyak pihak yang diduga ikut terlibat, karena korupsi yang terjadi kerap berlangsung secara sistemik. Sebab, sebuah kebijakan yang dirumuskan atau diambil terkait dengan migas itu, pasti diputuskan secara berjenjang. Sangat mungkin pengambilan kebijakan ini ada unsur korupsi. “Makanya penegak hukum terus menelusuri pihak-pihak yang diduga ikut menerbitkan kebijakan tersebut,” tegas dia.

Sedangkan  Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyatakan bahwa tim penyidik menduga tersangka Rudi Rubiandini masih menyembunyikan sesuatu yang sangat penting di lembaga pengatur bisnis migas di Indonesia ini. Atas dasar tersebut, pemeriksaan terhadapnya makin diintensifkan. “Dia belum sepenuhnya mau membuka kepada KPK,” katanya.

Tetapi dirinya yakin bahwa Rudi akan kooperatif. Sebab, saat tertangkap tangan oleh KPK,dia mau menunjukkan lokasi tas kerjanya di rumahnya. Namun, sikap semacam itu tidak cukup. JPK sangat berharap tersangka mau membuka semua yang diketahuinya. Jika memang dia bisa bekerja sama, kemungkinan KPK akan menjadikan Rudi sebagai justice collaborator atau pelaku yang bekerja sama.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Rudi Rubiandini Kepala SKK Migas, Simon Tanjaya, pemilik Kernell Oil dan Deviardi, pelatih golf, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Rudi dan Deviardi alias Ardi diduga telah menerima uang dari Simon sebesar 400 ribu dolar AS. Rudi dan Ardi dijerat sebagai penerima suap, sedangkan Simon disangka sebagai pemberi suap.

KPK pun menjerat tersangka Rudi dan Ardi dengan Pasal 12 huruf a dan b jo Pasal 5 Ayat (2) jo Pasal 11 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Kesatu KUHP. Sedangkan tersangka Simon diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) jo Pasal 13 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Kesatu KUHP.(nas)

1 Comment

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last
  1. INDERING Mendorong Percepatan Pengembangan
    Energi Baru Terbarukan di Indonesia

    Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI menyelenggarakan Konferensi Energi Baru Terbarukan, 21-23 Agustus 2013 di JCC Senayan, Jakarta.
    Energi di Indonesia sudah mengalami masalah cukup serius, karena laju permintaan energi di dalam maupun di luar negeri semakin meningkat, sehingga Indonesia bisa mengalami krisis energi jika tidak bisa menemukan solusi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Konferensi Energi Baru Terbarukan yang diselenggarakan diharapkan bisa menghimpun dukungan dari berbagai pihak yakni pengusaha serta masyarakat untuk berperan aktif dalam pengembangan dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.
    Dukungan terhadap penanggulangan krisis energi juga dinyatakan Indonesia Energi Monitoring (INDERING) yang disampaikan Direktur Eksekutif Zuli Hendriyanto. “INDERING akan terus mendukung dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT). “Pemerintah harus bisa terus mengelola dan menguasai sedini mungkin pengembangan EBT, Kebijakan Pengembang EBT harus dibuat sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, begitu juga Anggaran Pengembangan EBT juga harus ditambahkan, karena selain kebutuhan energi semakin meningkat, energi seperti Minyak Bumi dan Batubara suatu saat tidak akan bisa mencukupi kebutuhan Rakyat dan kita semua tidak mau Indonesia mengalami krisis energi di masa depan, “katanya.
    Pengembangan EBT itu memang tidak mudah dijalankan, dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, Zuli Hendriyanto menegaskan “Kementerian ESDM, Kementerian BUMN serta Perusahaan Pertamina, PLN, PGN dan pihak terkait lainnya harus menjadi penggerak dan harus lebih Fokus untuk mempercepat pengembangan EBT di seluruh Indonesia. INDERING juga yakin “Jika Regulasi Kebijakan Energi itu baik, pengelolaan dan pengawasannya juga baik, maka sudah pasti banyak Pihak Pengusaha didalam maupun diluar negeri akan mau investasi dan beperan aktif dalam mendukung gerakan tersebut. EBT yang bisa dikembang anatar lain Energi baru (EB) yakni nuklir, hidrogen, gas metana batubara, batu bara tercairkan dan batu bara tergaskan. Sementara, energi terbarukan (ET) terdiri dari Biofuel, Biomassa, Panas bumi, Energi air, surya, ombak, angin.

    Sementara itu Effendi Zulham Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) juga menyampaikan “masalah energi terbarukan sebagai energi alternatif di Indonesia saat ini sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Krisis bahan bakar minyak (BBM) saat ini telah menggugah kesadaran masyarakat bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada sumber energi minyak bumi.

    Effendi Zulham yang menempuh Kuliah diluar negeri menambahkan “Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan energi terbarukan, salah satunya yaitu bahan bakar dari tumbuhan atau biofuel. Energi terbarukan biofuel dapat diperbarui dan dapat memperkuat ketersediaan bahan bakar. Selain itu biofuel juga ramah lingkungan sehingga bisa meningkatkan kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia. Energi biofuel merupakan bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian.
    Perhimpunan Pelajar Indonesia juga akan membantu untuk sosialisasi pengembangan energi baru terbarukan, Effendi Zulham menginformasikan “beberapa pengusaha di luar negeri yang mungkin sudah mulai tertarik untuk berinvestasi dan berpartispasi dalam pengembangan EBT, misalnya Negara Australia, Austria, Jerman, Perancis, Amerika Serikat, Selandia Baru, serta Turki, Kanada, Singapura, Jepang dan Korea Selatan, China, Finlandia, Rusia, Denmark.

    Krisisis energi Indonesia bisa kapan saja terjadi maka itu dihimbau semua pihak untuk peduli terhadap persoalan energi di Indonesia. Konferensi Energi Baru Terbarukan yang berlangsung diharapkan dapat melahirkan rekomendasi yang kongkret untuk mendorong terwujudnya Ketahanan Energi Nasional sehingga krisis energy itu tidak akan terjadi.

    INDONESIA ENERGI MONITORING
    hormat kami,
    Zuli Hendriyanto
    Direktur Eksekutif
    PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DUNIA
    Efenddi Zulham
    Koordinator Presidium

    HP : 081318218887
    Pin BB : 224246A3
    Twitter : @indering @zulinatadunia

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply