Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Rabu, 23 April 2014
Follow Us :
RSS
Rabu, 23 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Alex Nurdin Berang, Korupsi Dibongkar Media Lokal

Photo Gallery1 PhotoBy Sawerigading - Fri Jul 26, 6:44 am

ALEX NURDIN

PALEMBANG, BARATAMEDIA.- Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang membatalkan hasil Pilgub Sumatera Selatan mendapat sambutan hangat masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Sebaliknya Alex Nurdin diinformasikan marah besar kepada media lokal di Palembang karena menyiarkan secara terbuka keputusan MK tersebut.

Sumber BARATAMEDIA di Palembang menceritakan, Alex Nurdin menghubungi satu persatu pemimpin redaksi media cetak di Palembang. Dia marah karena keputusan MK yang menyebutkan Alex Nurdin telah melakukan penyimpangan penggunaan dana Hiba dan Bansos 1.4 triliun telah tersiar luas di Sumsel.

Selain itu, yang membuat juga Gubernur incumbent itu naik darah, karena telah terbuka kepada masyarakat adanya bantuan 1.500 unit sepeda motor kepada Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N), yang dianggap aneh, karena diberikan bertepatan dengan masa kampanye pemilihan gubernur Sumatera Selatan..

Adapun alasan kemarahan Gubernur tersebut,. karena dia merasa dirinya sudah membantu pendanaan berbagai media cetak di Palembang. Dikabarkan mantan  Cagub DKI yang kalah itu, kecewa berat, karena dirinya sudah membantu media lokal dengan dana  yang mencapai 15 miliar. Tapi, nyatanya media di Sumsel malahan “menyerang” dirinya dengan memasang berita dalam bentuk iklan lembaran keputusan MK secara menyolok.

Berdasarkan catatan BARATAMEDIA di Palembang, adapun media lokal yang telah “menyerang” Alex Nurdin melalui pemuatan iklan tersebut, antara lain, seperti Sumatera Express, Sriwijaya Post, Palembang Post, Tribune, dan beberapa lagi. Padahal, menurut sumber, sebelumnya mayoritas media lokal  “melindungi”  Alex Nurdin melaui pemberitaan berkelanjutan.  Isinya bantahan  adanya penyalahgunaan Dana Hibah dan Bansos. Alex Nurdin selalu berkata melalui media : “tidak sepeserpun dia menggunakan dana yang dimaksud sebesar 1.4 T lebih” itu.

Masyarakat Sumsel selama ini mengaku, sumber berita diseputar kegiatan Pemda Sumsel maupun Alex Nurdin selalu sumbernya cuma “satu arah”. Hanya datang dari pihak pemerintah propinsi. Maka dengan adanya, berita yang memuat keputusan MK itu,  masyarakat Sumsel menyambut gembira. Mereka  senang karena kabut korupsi Alex Nurdin mulai tersingkap.

Terkait dengan maraknya pemberitaan media lokal di Palembang soal kasus penyelewengan dana 1.4 triliun lebih, Plt Karo Humas Pemda Sulsel Irene Siagian dikabarkan mengeluarkan pernyataan, bahwa koran Sumatera Express itu bukan milik Pemda Sumsel. Hal ini dikarenakan di dalam boks pengasuh koran itu tercantum sejumlah nama pejabat Pemda Sumsel (PNS). Irene Siagian yang dihubungi belum memberikan klarifikasi mengenai informasi ini.

Untuk membuka mata masyarakat, yang mana selama ini hanya menerima informasi dari satu sumber (Pemprov) dan satu arah, maka media lokal memuat Putusan MK secara lengkap, dimana Majelis Hakim MK secara secara jelas  menyebutkan : “meyakini pemakaian dana 1.4 T lebih tersebut berhubungan langsung dengan keperluan kampanye AN,  dan dibagi-bagikan pada saat kampanye”.

Seperti diketahui, berdasarkan fakta persidangan,  MK  telah membuktikan bahwa memang benar adanya aliran dana Hibah dan Bansos diberikan gubernur incumbent kepada masyarakat dan organisasi-organisasi sosial.

Hal ini didasari Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 96/KPTS/BPKAD/2013 tentang Penerima Hibah dan Bantuan Sosial dalam APBD Provinsi Sumsel 2013 tertanggal 21 Januari 2013. Jumlah anggaran tersebut mencapai Rp1,492 triliun. (sis)


Photo Gallery

6 Comments

Comments -49 - 0 of 6First« PrevNext »Last
  1. sumber dak jelas……. mendrmatisir, masyarakat sumsel menyambut hangat itu ungkapan yang menyatakan seluruh masyarakat propinsi ini…. Untuk wartawan penulis, perhatikan lagi kadah-kaidah, jangan mencapur adukkan opini pribadi kedalam tulisan jurnalistik…..

    1. seharusnya anda menyebutkan sumber yang jelas… jangan hanya sumber terlebih menyebut sejumlah media….. Dalam posisi seperti ini pers harus tetap netral,…

  2. yg jadi gubernur bagus galo calon2 nyo, terserah nak makmno bentuknyo, yg penting Provinsi ini maju, lapangan pekerjaan banyak, serta pelaku usaha dapat mengikuti standar UMP nya..
    ituu be lah seneng galo masyarakat an para buruh..

  3. Akhirnya Terkuak juga kebusukan Alex Noerdin, yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, bahkan sejak pilgub 2008 yang lalu saat Alex Noerdin melawan calon incumbent Syahrial Oesman, Alex Noerdin juga memakai cara yang sama diantaranya penggelembungan suara di wilayah kab. Muba. Masyarakat Sumsel harus berfikir jernih jangan sampai calon Gubernur yang sudah kelihatan belangnya masih saja mau didukung, bagaimana sumsel mau Gemilang kalau Gubernur yang terpilih nanti adalah seorang yang gemar memakan uang rakyat.

  4. ini kalu mau dituntut UU KIP bisa… isinya tendensius, isu, opini, dan kabar burung… tulisannya tidak sesuai kaidah jurnalisme

    1. melanggar UU ITE maksudnya

  5. haha itu keciren bener berita yg dikarang oleh orang bodoh yg di bayar orang yg takut kalah dalam PSU, penyebutan nama dll juga salah. FIKTIF semua yg ada di atas… mana ada gubernur marah dan datang ke redaksi, jika pun ada, pasti koran lokal tersebut duluan membuat berita, udah gak usah percaya berita ini… benar dengan comenan diatas dilaporkan saja…

  6. Kasus Alex Nurdin ini hampir sama nanti ceritanya dengan kasus Nazarudin kalau KPK benar2 serius ingin membongkar kasus ini…,dimana ramai2 anggota DPRD sumsel mengklarifikasi penggunaan dana APBD sumsel 1.4 Triliyun tersebut…., seharusnya KPK, BPK, Inspektorat atau Tipikor yg melakukan Klarifikasi….Lucu..kan..,kalau yg ikut menikmati ikut Mengklarifikasi..??? Sumber yg saya dengar sendiri…dari salah seorang Pegawai BANK SUMSEL …angka2 yg disebutkan dlm klarifikasi tersebut sangatlah berbeda dengan data transaksi Bank sumsel…, jadi sangat lah mudah kalo KPK benar2 ingin MEMBONGKAR KASUS INI…karena semuanya sdh ada di BANK SUMSEL.., jgn APBD nya yg di AUDIT tp BANK SUMSEL nya….., saya semakin yakin apalagi saat ini seluruh jajaran Direksi Bank Sumsel…sudah di ganti…terima kasih..semoga kita melahirkan seorang PEMIMPIN Sumatera Selatan dari Proses yg JUJUR

Comments -49 - 0 of 6First« PrevNext »Last

Leave a Reply