Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Sabtu, 19 April 2014
Follow Us :
RSS
Sabtu, 19 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

“Dinasti” Cikeas Warisan Buruk Demokrasi

By Sawerigading - Tue May 28, 3:04 pm

 

DENNY JA

JAKARTA BARATAMEDIA- Gonjang ganjing politik diseputar keterpurukan Partai Demokrat semakin merebak. Semua komentar miring tersebut bersumber dari tindakan drastis SBY mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat (PD) dari tangan Anas Urbaningrum.

Adalah pengamat politik Denny JA yang angkat bicara, menyebutkan bahwa “tradisi politik yang dijalankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat dinilai menjadi warisan buruk dalam perkembangan demokrasi’.

Lebih jauh Denny JA menegaskan, “SBY menjadi Ketua Umum partai bersama anaknya sebagai Sekjen bukan tradisi demokrasi yang baik”  Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI-Network) Denny JA mengatakan hal tersebut sebagaimana diberitakan Koran Sindo, Kamis (23/05).

 Menurut pegiat demokrasi ini, sebagai presiden, SBY adalah role model sehingga apa pun yang menjadi kebijakan dan sikapnya merupakan warisan politik. “Sayangnya untuk kasus Demokrat, SBY meninggalkan warisan buruk bagi demokrasi,” ujar pendiri Yayasan Abad Demokrasi itu.

Denny mengungkapkan, SBY masih punya kesempatan mengoreksi atas apa yang dipertontonkan belakangan ini. Namun, hal itu akan berpulang kepada SBY apakah mau menerima saran atau tetap pada keputusannya dan menjadikan dirinya sebagai pewaris demokrasi yang tidak sehat.

Seperti diketahui, mengacu pada hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) pada akhir Maret lalu, SBY terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum. Dengan jabatan barunya itu, sekarang SBY menempati empat lembaga di Demokrat, yakni sebagai Ketua Umum, Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina, dan Ketua Dewan Kehormatan.

Posisi yang diborong SBY itu juga mendapat kritik karena dinilai membangun dinasti Cikeas di Demokrat. Ditambah lagi posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih dijabat putranya Edhie Baskoro Yudhoyono dan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat dijabat Sartono Hutomo yang juga keponakan SBY.(bayu/sis)


Leave a Reply