Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Sabtu, 19 April 2014
Follow Us :
RSS
Sabtu, 19 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Empat Pilar : Rachmawati Somasi Taufik Kiemas

By Vanzank - Mon Apr 15, 4:36 pm

Rachmawati Soekarnoputri

RACHMAWATI SOEKARNOPUTRI

JAKARTA, BARATAMEDIA – Penggunaan kosakata empat pilar digugat Putri ketiga Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri. Pasalnya, hal itu merupakan  penyesatan dan pengaburan terhadap pengertian dan makna Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Padahal pencetus “empat pilar”  Taufik Kiemas  adalah iparnya, suami dari Megawati Soekarnoputri.  Kiemas.

Rachmawati mensomasi Taufik Kiemas lewat kuasanya Bambang Suroso, Senin (15/04). Ia mengatakan dalam somasi yang diajukan berupa teguran agar MPR tidak menyosialisasikan kosakata empat pilar yang dikaitkan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Rachmawati penggunaan kosakata empat pilar yang didefinisikan sama hakikatnya dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, adalah sebuah penyesatan apabila kata pilar itu dikaitkan dengan kalimat empat pilar negara.

“Saya sangat mendukung upaya MPR untuk menyosialisasikan kembali Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, namun tidak setuju adanya penggunaan kosakata empat pilar,” kata Rachma dalam keterangan tertulisnya.

Rachma menjelaskan definisi dari ‘Pilar’. Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pilar yang artinya tiang penguat (dari batu, beton). Selain itu, Pilar juga diartikan sebagai dasar (yang pokok), induk. Terakhir, pengertian Pilar sama dengan kap tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstrulsi lain di kapal.

Rachmawati mengatakan status hukum empat pilar kebangsaan sampai dengan somasi ini dikirimkan, belum ditetapkan dalam TAP MPR RI, belum diputuskan dalam keputusan regulasi MPR RI. “Baru bentuk wacana keinginan MPR RI untuk membentuk Badan Pemasyarakatan Empat Pilar Negara,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan kosakata Empat Pilar rentan menimbulkan persoalan politik, hukum dan sosial, bahkan ditengarai berpotensi menimbulkan adanya penyimpangan anggaran dan pelanggaran hukum atas nama ‘Sosialisasi Empat Pilar’ yang menggunakan uang negara melalui APBN.

Rachmawati menuntut tiga hal kepada Taufik Kiemas yakni meminta kepada Ketua MPR RI untuk mencabut penggunaan kosakata Empat Pilar.

Berkas somasi tersebut ditembuskan kepada Presiden, Ketua DPR RI, Ketua MK, Ketua MA dan para Ketua partai politik.

Menanggapi hal itu, Taufik Kiemas mempersilahkan Rachmawati melakukan somasi. “Biar saja, silahkan saja,” katanya.

Ia pun tidak akan mempermasalahkan somasi tersebut. “Biarin saja. Enggak usah digubris. Silakan saja somasi, enggak apa-apa,” tukasnya. (TBC/ali).

 

Leave a Reply