Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Minggu, 31 Agustus 2014
Follow Us :
RSS
Minggu, 31 Agustus 2014
Pergerakan Kebangsaan

Pengganti Pramono Edhie Calon Kuat Panglima TNI

By Nasrudin - Fri Apr 12, 1:54 pm

TJAHJO KUMOLO

JAKARTA, BARATAMEDIA – Selain Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, kandidat adalah kuat Penglima TNI adalah Kepala Staf TNI AD (Kasad) pengganti Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Kemungkinan dari AD, karena berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang.

“Tidak hanya Kasau Putu Dunia yang berpeluang, calon Kasad pengganti Pramono Edhie juga berkompeten sebagai kandidat Penglima TNI. Posisi Panglima TNI memiliki arti strategis, karena berkaitan pemilu,” kata anggota Komisi I DPR RI, Tjahjo Kumolo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (12/04).

Namun, imbuh dia, jika berdasarkan aturan yang berlaku, kandidat kuat pengganti Laksamana TNI Agus Suhartono dari jajaran TNI AU. “Dari yang kami cermati, setelah AL itu biasa AU. Itu bergantian dan bergilir. Tetapi memang hal itu tidak diatur di konstitusi,” tutur Sekjen DPP PDIP tersebut.

Ketika ditanya siapa calon pengganti Kasad Pramono Edhie, Tjahjo enggan menyebutkan. Tetapi dia meminta siapa pun yang ditunjuk Presiden SBY sebagai Panglima TNI pada Agustus atau September 2013 nanti, harus memiliki semangat besar memperbaiki dan terus menjalankan proses reformasi TNI.

“Siapa pun nama yang dikirim Presiden SBY kepada DPR, hukumnya wajib disetujui. Tetapi calon yang diajukan jangan sampai tidak kredibel, track record-nya mencukupi, semangat membangun maksimal, dan harus dapat bersinergi dengan Kementerian Pertahanan,” tegas Tjahjo.

Sedangkan anggota Komisi I DPR asal Fraksi Golkar Tantowi Yahya menilai, tugas Panglima TNI mendatang sangat berat. Kandidat itu harus mampu menuntaskan dua kasus besar yang melibatkan prajurit TNI. Kasus tersebut, yakni penyerangan Polres OKU, Sumatera Selatan (Sumsel) dan insiden Cebongan, Yogyakarta.

“Dua insiden itu harus segera dituntaskan. Peristiwa penyerangan prajurit TNI itu, persoalan besar terkait disiplin militer. Calon Panglima TNI itu harus mampu melanjutkan penyelesaian dua kasus besar itu. Kedua kasus ini jangan dianggap remeh,” imbuhnya mengingatkan.

Menurut dia, sesuai ketentuan yang berlaku, memang DPR tidak berhak mengajukan nama. Pengganti Agus Suhartono adalah hak prerogatif presiden. Tetapi DPR sangat berharap sosok calon Panglima TNI itu harus layak dan cukup mumpuni untuk memimpin TNI. “Memang urutannya dari TNI AU, tetapi semua itu tergantung sepenuhnya presiden yang menentukan,” kata Tantowi.

Seperti diketahui, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrian Pasha sempat menyatakan bahwa Presiden SBY menentukan nama Panglima TNI . Namun, kalau merujuk pada UU Nomor 34/2004 tentang TNI, pergantian jabatan panglima TNI dilakukan secara bergilir. Tradisi ini sudah dilakukan sejak era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ketika Jenderal Wiranto digantikan Laksamana Widodo AS.

Julian pun membenarkan aturan itu. Tetapi dia sendiri menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui siapa pengganti Laksamana TNI Agus Suhartono itu. Namun, bisa jadi penggantinya dari TNI AD. “Yang pasti antara keduanya, pastinya bukan dari AL lagi. Tetapi siapa, saya sendiri belum tahu. Itu hak prerogatif presiden,” tandasnya.(nas)

Leave a Reply