Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Kamis, 21 Agustus 2014
Follow Us :
RSS
Kamis, 21 Agustus 2014
Pergerakan Kebangsaan

Kasus Lapas Cebongan

Serka Heru Tewas Saat Menjalankan Tugas di Hugos Cape

By Soros - Fri Apr 05, 7:00 pm

Danjen Kopassus

Mayjend Agus Sutomo

JAKARTA, BARATAMEDIA – Serka Heru Santoso dibunuh para preman saat sedang menjalankan tugas di Hugos Cafe, Yogyakarta.

“Serka Heru itu orang intel. Di wilayah kan ada intel dari Kodam, Korim. Karena Kopassus posisinya di Jawa Tengah, maka termasuk ke dalam komuniti intel itu, yang tergabung dalam Rakominda
(Rapat Koordinasi Intel Daerah). Itu nanti informasinya dihimpun dan akan diserahkan. Jadi waktu itu dia (Serka Heru) sedang tugas, gak ada main-main,” tandas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjend Agus Sutomo usai mengikuti kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung di Lapangan Tembak Rama Shinta Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (05/04).

Dijelaskan Agus, saat itu, Serka Heru sedang mengumpulkan informasi untuk diserahkan dalam Rakominda bersama intel dari Kodam, dan Korem setempat.

Agus mengaku, Heru merupakan salah satu prajurit terbaik Kopassus yang memiliki prestasi. Sehari-hari juga dikenal ramah dan baik.

“Anaknya baik sekali, tidak pernah minum, termasuk prajurit yang berprestasi. Makanya di satu sisi saya sangat merasa kehilangan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Serka Heru dikeroyok preman hingga tewas di Hugos Cafe. Pelaku pengeroyok kemudian dititipkan Polda Yogyakarta di Lapas Cebongan.

Pada Sabtu (23/03) lalu, Lapas tersebut diserbu kelompok bersenjata yang menyebabkan tewasnya keempat pelaku pembunuhan Serka Heru. Mereka yang tewas di Lapas Cebongan adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan.

Selanjutnya, TNI AD menunjuk sembilan perwira yang dipimpin Brigjen Unggul K. Yuhdoyono untuk melakukan investigasi.

Hasilnya, ke-11 penyerang itu adalah anggota Kopassus. Mereka berpangkat Tamtama dan Bintara tersebut masih menjalani pemeriksaan di Yogyakarta.

Menurutnya, motif tindakan karena rasa korsa terhadap Kopasus, karena Serka Heru Santoso dibunuh secara keji dan sadis oleh preman. (rid)

 

Leave a Reply