Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Jumat, 19 September 2014
Follow Us :
RSS
Jumat, 19 September 2014
Pergerakan Kebangsaan

Insiden Cebongan

Mantan Komandan Bais: Pelaku Bukan Kopassus

By Holong - Mon Apr 01, 5:08 pm

Mulyo Wibisono

MULYO WIBISONO

JAKARTA, BARATAMEDIA – Pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, bukan anggota Kopassus. Sebab, para pelaku menggunakan teknik penyerangan yang tidak lazim digunakan korps baret merah.

Pendapat ini dikemukakan Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (Bais) Laksamana Pertama TNI (Purn) Mulyo Wibisono dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (01/04).

Mulyo menjelaskan, berdasarkan analisis teknik  penyerangan, sejumlah penyerang memberondong atau mengeluarkan banyak peluru. Itu, kata Mulyo, bukan merupakan teknik penyerangan yang biasa dipakai oleh Kopassus.

“Biasanya Kopassus hemat peluru. Kemudian bagaimana bisa anggota membawa senjata keluar, semuanya terkunci di gudang dengan ketat,”kata Mulyo.

Menurut Mulyo, korban maupun pelaku  penyerangan merupakan dua kelompok mafia narkoba yang sedang berseteru. “Keempat tahunan itu, mereka terlibat pada narkoba, lalu ngapain tentara ikut-ikutan? Kalau pun mereka terlibat, tentara yang ikut pasti tentara atau polisi yang terlibat narkoba juga,” ujar Mulyo.

Terpisah, Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) meminta publik tidak berspekulasi soal identitas pelaku penyerangan. Ketua PEPABRI Agum Gumelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, mengimbau masyarakat menunggu hasil investigasi yang dilakukan polisi dan TNI.

“Tim sudah dibentuk dan investigasi sedang berjalan, kita tunggu saja dan jangan berandai-andai,” kata Agum.

Agum pun meminta, TNI dan Polri harus menindak tegas anggotanya, jika terbukti terlibat dalam insiden Cebongan. (fys)

Leave a Reply