Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Sabtu, 20 September 2014
Follow Us :
RSS
Sabtu, 20 September 2014
Pergerakan Kebangsaan
Goresan Pemikiran

Bincang Soal KLB Demokrat, Sprindik KPK & LP Cebongan

Bachtiar Effendi : KPK Jangan Main Politik!

Photo Gallery1 PhotoBy Sawerigading - Sat Mar 30, 10:40 am

PROF.BACHTIAR EFFENDY

Pengantar :

Situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia dewasa ini, yang terasa carut marut , amburadul bahkan terkesan liar. Tidak mengherankan apabila timbul pandangan yang hampir merata di wacana publik : Indonesia menuju Negara Gagal (The Failure State).

Untuk mengetahui apa yang  telah terjadi dibalik asumsi publik tersebut diatas, BARATAMEDIA, Sabtu pagi, tanggal 30 Maret 2013,  mengadakan wawancara secara khusus via sms (pesan singkat) dengan pakar dan pengamat politik Prof. Dr.Bachtiar Effendy, Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Tema pembicaraan seputar kasus Sprindik Palsu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Penyerbuan LP Cebongan dan KLB Partai Demokrat yang hari ini tengah berlangsung di Bali.

Berikut petikan wawancaranya :

 

- Kasus LP Cebongan -

BM     : Apa komentar anda soal kasus penyerbuan LP Cebongan oleh orang tak dikenal, yang sampai sekarang belum terungkap?

BE      : Kasus penyerbuan LP Cebongan dengan bebas oleh orang yang tidak dikenal, membuktikan bahwa pemimpin yang ada, khususnya yang berkaitan dengan keamanan, sudah tidak memiliki legitimasi, kewenangan, moral untuk mengelola Republik ini.

BM    : Maksud anda aparat keamanan tidak mampu mengungkap kasus LP Cebongan, begitu?. Padahal kasus itu sangat spektakuler, karena baru pertama kali terjadi semenjak kita merdeka.

BE      : Bukan…bukan begitu. Mereka itu bukannya tidak mampu mengatasi masalah ketertiban dan keamanan.

BM     : Lantas apa namanya dong?

BE    :  Tetapi mereka tidak mau!

BM    : Lhoo tujuannya apa?

BE    : Dengan ketidakmauan itu mereka memperoleh insentif ekonomi maupun politik.

BM   : Oh yaaa..?

BE     : Mengerikan!!!

————————

-Kasus Sprindik  KPK-

BM    : Bagaimana pendapat anda mengenai situasi internal KPK  (Komisi Pemberantasan Korupsi)  yang belakangan ini semakin “panas – dingin”?.

BE      : Dalam hal apa ?

BM    : Ketua KPK , Abraham Samad menyebar luaskan via sms   (pesan pendek) tentang dirinya yang mau “dihancurkan” oleh sesama petinggi KPK.

BE       : KPK tidak boleh “berpolitik.”

BM     :  Bisa anda perjelas?

BE      : Kalau memang ada kekhilafan, ya diakui saja. Serahkan segala sesuatunya kepada Komisi Etik. Terima saja rekomendasi Komite Etik –apapun itu.

BM      : Alasan anda?

BE       :  Yaa… membersihkan lantai yang kotor tidak boleh dengan sapu yang juga kotor!

BM       : Jadi menurut anda Abraham Samad main “politik”..yaa?!

BE       : (Bachtiar Effendy tidak menjawab)

——————————-

-  Kasus KLB Partai Demokrat -

BM    : Bagaimana komentar anda soal KLB (Kongres Luar Biasa) Partai Demokrat (PD)?  SBY mau dipaksakan jadi Ketum (Ketua Umum).

BE      : Menurut saya, KLB saya kira harus dilakukan. Sebab ini untuk memenuhi persyaratan atau kebutuhan teknis pencalegan.

BM    : Sepertinya ada desakan dari flour untuk memaksakan SBY menjadi Ketum.

BE    : Soal SBY jadi Ketum sebaiknya beliau menolak. Selain tugas keprisedenan yang menumpuk, SBY sebagai Ketum PD tidak hanya akan menimbulkan persepsi negatif.

BM  : Ada yang mengatakan SBY sendiri yang “merekayasa” supaya terdengar seperti suara arus bawah yang murni minta dia jadi Ketum. Pendapat anda?

BE    : Yaa…itu tadi. Tetapi soalnya, kan hal itu juga mewariskan sesuatu yang amat buruk :  SBY  Ketum ; puteranya, Ibas sebagai Sekjen. Tidak ada organisasi kepartaian seperti ini di manapun.#

(Prof. Dr.  Bachtiar Effendy  sehari-hari aktif sebagai pengajar di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Jakarta, Pascasarjana Universitas Indonesia, dan Pascasarjana Universitas  Muhammadiyah Jakarta.Bahtiar Effendy, lahir di Ambarawa, 10 Desember 1958. Sarjana IAIN Jakarta, 1986, ini meraih Master Program Studi Asia Tenggara dari Ohio University, Athens, 1988 dan Master Ilmu Politik dari Ohio State University, Colombus, OH, 1991. Gelar Doktor Ilmu Politik diperolehnya dari Ohio State University, Colombus, OH, 1994).

Pewawancara : Arief Wijaya/Shinta W (baratamedia)

Photo Gallery

Leave a Reply