Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Jumat, 25 April 2014
Follow Us :
RSS
Jumat, 25 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Beli Pesawat Tempur Rafale, Malaysia Bisa Rakit di Negerinya.

By Vanzank - Thu Mar 28, 11:09 pm

Pesawat Tempur Rafale

Pesawat Tempur Rafale

PARIS, BARATAMEDIA – Perancis menimbang untuk membuat manufaktur pesawat tempur jenis  Rafale di Malaysia, jika negara tersebut tidak membeli jet tempur sebagai pesawat barunya.

“Kami sedang mempertimbangkan sebuah pabrik perakitan di Malaysia,” kata Eric Trappier, chief executive dari Rafale di pembangun Dassault Aviation, dalam sebuah wawancara telepon dari pertunjukan udara Langkawi di Malaysia utara.

Sementara itu, Malaysia saat ini sedang mencari untuk membeli 18 pesawat tempur, untuk menggantikan pesawat lama Rusia Mig-29s, dengan Eurofighter, Boeing F-18 dan Saab Gripen.

Sedangkan, Perancis hanya tertarik untuk membuat Rafale di luar negerinya apabila ada negara pertama yang membelinya, atau yang telah berjuang untuk menemukan pembeli, dalam mendukung proyek yang memiliki biaya puluhan miliar euro itu.

Namun, Malaysia berkeinginan kuat agar perusahaan lokal untuk terlibat dalam manufaktur pesawat itu.

Sementara itu, Trappier mengatakan bahwa Dassault telah menghabiskan banyak upaya dalam mencari pemasok lokal pesawat Rafale dalam membeli pesawat itu.

“Dassault telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan CTRM Malaysia, Zetro Aerospace dan Sapura,” katanya. Seperti yang dikutip dari Spacewar. Kamis (28/03).

Sementara itu, disisi lain, India telah berencana untuk membeli dan memilih Rafale, sebanyak 126 jet tempur untuk dimiliki mereka, dengan mengharapkan jika kontrak ditandatangani akhir tahun ini maka pabrik perakitannya akan dibangun di sana sebagaimana yang diharapkan India.

Kini sebanyak 18 pesawat Rafale telah terbang ke India dalam waktu tiga tahun. Sementara itu 108 sisanya akan dirakit oleh perusahaan India, Hindustan Aeronautics Ltd, dan akan transfer teknologi.

Kementerian Pertahanan India dan pemerintah Perancis masih melakukan perundingan soal harga. Salah satu sumber di India mengatakan, ditambah dengan pelatihan dan perawatan, harga keseluruhan pesawat itu sekitar US$15 miliar (Rp134 triliun).

 

Untuk diketahui, spesifikasi umum pesawat tempur Rafale:

1.Aerodinamika

Rafale berfiturkan sayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi (dekat-berpasangan) untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) sambil memelihara kestabilan terbang, nilai maksimum 11 g dapat diraih dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot. Menurut sumber internal (Les essais en vol du Rafale) batas laju terendah adalah 100 kt tetapi 80 kt kadang-kadang diperagakan pada pameran dirgantara oleh pilot untuk mengungkapkan mutu laju rendah pesawat ini. “Batas minimum 15 kt dapat dicapai pada saat simulasi tempur melawan Mirage 2000 oleh seorang pilot agresif.” Pesawat ini dapat dioperasikan dari landas pacu yang hanya berpanjang 400 meter.

2. Sistem tempur
Komplemen senjata Rafale.
Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Spectra yang menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak. Sensor terpenting yang dimiliki adalah radar RBE2 Passive Electronically Scanned Array buatan Thales Group.

3. Radar AESA
Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif AESA RBE2 AA buatan Thales digunakan untuk menggantikan Susunan Terpindai Pasif RBE2 yang terpasang.

4. Fitur pengabur radar
Meskipun bukan sebagai pesawat siluman sejati, menurut Dassault, Rafale mampu mengaburkan pengenalan radar, sementara sebagian besar fitur desain siluman diklasifikasi, penggunaan bahan komposit dan pola bergerigi di tepian sayap dan kanard berjejak berperan untuk mengurangi daya pindai radar.

5. Biaya
Biaya program pengadaan 294 buah pesawat Rafale pada tahun 2005 adalah sebesar € 33,274 (termasuk rancangan, produksi, dukungan, dll.), tetapi pada tahun 2010 direvisi menjadi sebesar € 40,690 miliar. Taksiran biaya rata-rata Rafale (untuk semua versi) adalah € 142,3 juta per unit. Harga satuan pesawat layak terbang pada tahun 2008 adalah € 64 juta untuk versi C (Angkatan Udara), dan € 70 juta untuk versi Angkatan Laut. (ali).

 

1 Comment

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last
  1. Bgmn NKRI dg Malaysia ingin menarik perusahaan Prancis bergabung di perusahaan Malaysia dlm pembuatan Rafale, saya pesimis Malaysia bisa bekerja sama dg Prancis dlm pembuatan pesawat Rafake dan India sdh lebih dahulu menarik perus Prancis. Beli aja sama NKRI bgmn?………

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply