Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Jumat, 25 April 2014
Follow Us :
RSS
Jumat, 25 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Hasil Pilgub Sumut Digugat

By Holong - Wed Mar 20, 2:43 pm

pilgub sumut 2013

PILGUB SUMUT 2013

JAKARTA, BARATAMEDIA – Pasangan calon gubernur Sumatera Utara, Effendi MS Simbolon-Djumiran Abdi (ESJA), secara resmi mendaftarkan gugatan hasil Pemilihan Gubernur Sumataera Utara (Pilgub Sumut) ke Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (20/03).

Untuk diketahui, hasil rekapitulasi suara KPUD Sumut menetapkan pasangan incumbent, Gatot Pujo Nugroho-Tenggy Erry Nuradi sebagai pemenang dengan meraih 33 persen lebih suara.

“Kami kesini untuk menyampaikan kecurangan pemilukada pada 7 maret lalu. Kami juga menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tidak terselenggaranya dengan baik proses pemilu demokrasi di Sumatera Utara,” kata Efendi di Gedung MK, Jakarta.

Menurutnya, Pilgub Sumut yang dilaksanakan dengan dana ratusan miliar ini menjadi percuma dengan adanya kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pasangan incumbent. Pasangan yang diusung PDIP ini menyatakan membawa 3.219 barang bukti pelanggaran yang diangkut dengan tiga Colt Diesel.

“Kami melakukan ini karena begitu banyak bukti pelanggaran yang tidak hanya dilakukan KPUD di Sumut, tapi juga oleh pasangan incumbent Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry. Saya minta majelis hakim dapat melihat kecurangan ini demi tegaknya demokrasi,” ujar Effendi.

Selain kecurangan, Efendi juga akan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Gubernur Sumut dan juga jajarannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara Djumiran menambahkan, gugatan dilayangkan bukan untuk gagah-gagahan atau karena emosional belaka. Djumiran mengklaim pihaknya telah mengantongi banyak bukti pelanggaran secara terstruktur, massif dan sistematis. “Jadi kami punya keyakinan kalau kami  akan dimenangkan oleh MK,” ujarnya.

Sedangkan kuasa hukum pasangan ESJA, Arteria Dahlan merinci bukti-bukti yang diserahkan ke MK, di antaranya manipulasi surat suara, inkonsistensi dalam penentuan keabsahan surat suara, ditemukannya pemilih siluman, serta keberpihakan petugas penyelenggara Pilgub Sumut maupun birokrat, demi memenangkan pasangan Gatot-Tengku.

Pelanggaran-pelanggaran itu kata Arteria terjadi di banyak kabupaten/kota, seperti Kabupaten Pakpak Barat, Langkat, Binjai, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

“Kita menolak hasil perhitungan yang dilakukan KPUD, karena tidak ada hasil perhitungan di tingkat kabupaten/kota yang sama dengan perhitungan di tingkat provinsi. Bahkan saat kami tantang KPUD untuk sama-sama memerlihatkan hal tersebut, mereka tidak membawa apapun,” ujarnya.

Menurut Arteria, berdasarkan hasil real count pihaknya, pasangan ESJA mengantongi 32 persen suara. Sementara Gatot-Tengku hanya meraih 29 persen suara. (fys)

Leave a Reply