Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Senin, 15 September 2014
Follow Us :
RSS
Senin, 15 September 2014
Pergerakan Kebangsaan

Pemprov DKI Potong Tunjangan Pegawai Bolos

By Holong - Mon Mar 11, 1:47 pm

PEMPROV DKI_LOGOJAKARTA, BARATAMEDIA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan aturan pemotongan uang tunjangan bagi pegawai yang bolos kerja.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jakarta, I Made Karmayoga menjelaskan, dalam aturan disebutkan, jika tidak masuk tanpa keterangan (alpa) selama satu hari, tunjangan pegawai dipotong lima persen. Sementara bagi pegawai yang telah meminta izin pun terkena potongan tunjangan 2,5 persen.

“Kebijakan ini baru ada di DKI Jakarta yang dituangkan lewat Peraturan Gubernur (Pergub). Sudah terbit,” kata Made di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/03).

Lain lagi kalau pegawai alpa selama lima hari. Pegawai pun bisa langsung dikenai sanksi seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010. Aturan itu menjelaskan mengenai tingkat dan jenis disiplin untuk pegawai.

“Kalau sudah lima hari tidak masuk tanpa keterangan, akan diberikan peringatan lisan. Lalu, pegawai juga tidak mendapatkan TKD (tunjangan kesejahteraan daerah) selama tiga bulan kerja,” katanya.

Made menambahkan, bagi PNS yang sering melakukan izin tidak masuk kerja, itu akan menjadi penilaian tersendiri oleh pimpinan. Penilaian tersebut akan mempengaruhi jenjang karir pegawai tersebut. Menurut Made, aturan tersebut cukup efektif memperbaiki tingkat kehadiran pegawai di jajaran Pemprov DKI.

“Tingkat kesadarannya juga semakin membaik. Mereka sadar dibayar dengan uang rakyat. Jadi, jika tidak ke kantor, itu sesuatu yang sangat memalukan,” ujar Made.

Menurut Made, kondisi seperti ini memperlihatkan lebih banyak pegawai yang berkomitmen dengan pekerjaannya. Made menjelaskan, sesuai ketentuan, cuti dalam setahun hanya 12 hari. Sedangkan menurut keputusan tiga menteri, lima hari dari cuti tahunan diambil sebagai cuti bersama. Yakni pada 5,6, dan 7 Agustus 2013 untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, 14 Oktober 2013 merayakan Hari Raya Idul Adha, dan pada 26 Desember 2013 untuk Hari Raya Natal. Dengan demikian, hanya tujuh hari cuti tahunan yang tersisa.

Untuk diketahui, hari ini tercatat 98,74 persen pegawai Pemprov DKI masuk kerja. Padahal, lazimnya, di hari ‘kejepit’ seperti ini (kemarin dan besok adalah tanggal merah), banyak pegawai yang izin atau tidak masuk tanpa keterangan.

Made memaparkan, jumlah pegawai Pemprov DKI Jakarta berjumlah 74.820 orang. Sebanyak 73.873 orang di antaranya, pada pagi hari ini tercatat masuk kantor. Perinciannya, yang tidak masuk karena sakit ada 153 orang, minta izin 114 orang, ambil cuti 253 orang, sedang libur shift 421, dan tanpa keterangan satu orang. (fys)

Leave a Reply