Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Senin, 21 April 2014
Follow Us :
RSS
Senin, 21 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

KPK Konfrontasi Para Tersangka Suap Impor Sapi

By Nasrudin - Thu Feb 21, 12:20 pm

Tim penyidik KPK makin intensif melakukan penyidikan kasus dugaan suap penambahan kuota impor daging sapi

JAKARTA, BARATAMEDIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin intensif mengusut kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan). Bahkan, tim penyidik merencanakan untuk melakukan konfrontasi antarpara tersangka kasus tersebut. Strategi itu dipasang untuk mengungkap fakta dari dugaan-dugaan yang berhasil dikumpulkan penyidik.

Hal ini ditunjukan KPK dengan memanggil empat tersangka itu. Mereka kan saling bersaksi untuk memberikan keterangannya. Tersangka Juard Effendi akan diperiksa sebagai saksi untuk Arya Abdi Effendi, dimana keduanya adalah Direksi PT Indoguna Utama yang notabene selaku pemberi suap. Sedangkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq akan memberikan keterangan untuk koleganya Ahmad Fathonah. Sedangkan Ahmad sendiri bakal bersaksi untuk Juar Effendi.

“Semuanya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Memang ada (rencana untuk melakukan konfrontasi antarpara saksi) itu, karena mereka akan saling bersaksi untuk memberikan keterangannya,” kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK,  Priharsa Nugraha yang dihubungi wartawan.

Selain para tersangka, KPK juga memanggil dan memeriksa saksi-saksi untuk pemberkasan. Mereka yang diperiksa, yakni Agung Suganda (PNS), Maria Elisabeth Liman (swasta). Kemudian, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen Kementan Ahmad Junaidi. Berikutnya Ahmad Zaky (swasta), Sahrudin (swasta), dan Elda Deviane Adiningrat (swasta).

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka masing-masing adalah bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi, Ahmad Fatanah serta dua Direktur PT Indoguna Utama, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi.

 

Dikendalikan Kartel

Perlu diketahui, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK, didapatkan data bahwa ada permainan dalam impor daging sapi. Bahkan, semua itu dikendalikan sekelompok orang atau kartel yang ingin menguasai bisnis sirkulasi daging sapi.

Kartel ini muncul, karena dilatarbelakangi mencari keuntungan pribadi atau kelompok. Atas dasar itu, mereka memilih mendatangkan daging sapi dari luar negeri.  Dalam bisnis impor ini, banuak aktor yang terlibat dan bermain. Sejumlah nama itu, kini sudah menjadi tersangka kasus dugan suap impor daging sapi tersebut.

KPK juga menemukan data, tidak hanya kartel biasa yang bermain dalam bisnis ini. Ternyata, skenario permainan untuk impor daging sapi tersebut, juga melibatkan aktor-aktor dari partai politik tertentu yang terkait dengan kapitalisme asing. Semua itu dilatari untuk menguasai bisnis impor daging sapi memang menggiurkan. Sebab, untuk setiap satu kilogram daging sapi impor, oknum parpol itu mendapatkan komisi Rp 5.000.

Litbang KPK menemukan data dan fakta di lapangan, sebenarnya populasi sapi potong di seluruh Indonesia, masih mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat akan daging sapi.  Impor daging sapi tidak terlalu dibutuhkan. Tapi pada kenyataannya, Indonesia justru masih saja mengimpor daging sapi dari luar negeri.

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata praktik kartel itulah yang melatarbelakangi maraknya impor daging sapi dari luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan harga daging melonjak di pasaran.Masalah muncul, ketika distribusi sapi-sapi dari daerah sulit masuk ke Jakarta. Hal itu akibat adanya sekelompok orang yang mencegah sapi dari daerah masuk ke rumah pemotongan hewan (RPH).

Pemerintah pun jangan diam saja. Harus ada langkah cepat untuk menangani persoalan daging sapi dan ketahanan pangan lainnya. Apalagi total anggaran program swasembada daging sapi dan kerbau 2014 yang dialokasikan dari APBN 2009-2014 cukup besar, yakni Rp 18,7 triliun.

Atas masalah ini, KPK merekomendasikan, harus ada penguatan kelembagaan peternak sapi lokal dalam pemasaran melalui koperasi ternak, revitalisasi fungsi pasar ternak dan RPH, dan optimalisasi peran pemerintah daerah dalam tata niaga.

Selain itu, perlu pula dilakukan evaluasi kebijakan daerah terkait distribusi sapi antarpulau, pembangunan sarana dan prasarana transportasi untuk kelancaran distribusi sapi, perbaikan kebijakan impor yang transparan dan berkeadilaan, serta perbaikan tatalaksana dan pengawasan impor sekaligus integrasi otoritas di pelabuhan.(nas)

Leave a Reply