Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Sabtu, 19 April 2014
Follow Us :
RSS
Sabtu, 19 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Ledakan Supernova Pelajaran Awal Pembentukan Bintang

By Vanzank - Mon Feb 11, 10:22 pm

Supernova

Supernova

CALIFORNIA, BARATAMEDIA – Supernova tipe II terbentuk ketika runtuhnya bintang besar dimulai dengan ledakan raksasa. Diperkirakan bahwa bintang memancarkan ledakan massa sebagai pendahulu ledakan supernova. Jika proses ini lebih dipahami, maka dapat digunakan untuk memprediksi dan mempelajari peristiwa supernova dalam tahap awal pembentukan mereka.

Tim Palomar Transient, yang dipimpin oleh Eran Ofek dari Weizmann Institute of Science di Israel telah mengamati ledakan energik dari supernova yang disebut SN2010mc yang terpancar di joule 6x1040th paling energi dan dirilis sekitar kilogram 2x1028th (seperseratus massa matahari). Massa-loss diamati 40 hari sebelum supernova meledak.

Tim astronom termasuk Carnegie Mansi Kasliwal mengatakan, “Apa yang mengejutkan adalah waktu yang singkat antara letusan prekursor dan ledakan supernova akhirnya – satu bulan adalah fraksi yang sangat kecil dari sepuluh juta tahun umur sebuah bintang,” kata Kasliwal.

Dengan membandingkan pengamatan mereka untuk tiga model, yang diusulkan untuk mekanisme massa ini ditemukan bahwa satu model memberikan pertunjukkan terbaik.

“Penemuan kami menunjukkan bahwa kita dapat SN2010mc menandai kematian dekat dari sebuah bintang masif. Dengan memprediksi ledakan, kita bisa menangkapnya dalam bertindak,” ujar Kasliwal. Seperti dikutip spacedaily. Senin (11/2).

Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi melebih ledakan nuklir kataklismik (nova). Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat terang, sehingga mereka dapat digunakan sebagai standar intensitas cahaya untuk menentukan jarak dalam alam semesta, dan juga untuk mengukur energi gelap ruang angkasa. (ali).

Leave a Reply