Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Senin, 28 Juli 2014
Follow Us :
RSS
Senin, 28 Juli 2014
Pergerakan Kebangsaan

Luthfi Sudah Diincar KPK

Photo Gallery1 PhotoBy Holong - Thu Jan 31, 8:53 pm

Johan-Budi

Johan Budi

Jakarta, baratamedia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan,  penetapan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq bukan hanya lantaran peristiwa tangkap tangan pada Selasa (29/1) malam. Kasus yang menjerat mantan Presiden PKS ini ternyata sudah dipantau KPK sejak jauh hari.

“Jangan hanya dilihat dari peristiwa hari Selasa saja. Peristiwa Selasa malam tertangkapnya tiga orang itu tentu sebelumnya diikuti oleh peristiwa lain,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut Johan, ada kejadian-kejadian lain yang terjadi sebelum peristiwa tangkap tangan. Penyidik berkesimpulan, kejadian itu saling terkait dan dapat dijadikan dasar pertimbangan KPK untuk menetapkan Luthfi sebagai tersangka. Sayang, Johan tidak menuturkan peran Luthfi dalam kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya.

Johan menambahkan, KPK sudah meminta Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak harga kekayaan Luthfi, untuk kemudian dilakukan pemblokiran. Namun Johan memastikan sampai saat ini belum ada pemblokiran.

Informasi yang diperoleh, Rp1 miliar yang ditemukan dalam peristiwa tangkap tangan hanyalah dana operasional.  Nilai uang yang dijanjikan kabarnya mencapai Rp40 miliar. Namun Johan mengaku pihaknya belum bisa memastikan soal itu. Sebab, penyidik masih menelusuri uang Rp1 miliar itu pemberian yang pertama atau malah sudah berkali-kali.

Soal tudingan KPK terkesan buru-buru menetapkan dan menahan Luthfi, Johan menjelaskan, hampir semua tersangka yang terjaring dalam operasi tangkap tangan untuk semua kasus ditangani KPK, pasti akan ditahan setelah diperiksa 1×24 jam berdasar kewenangan penyidik.

Dalam operasi tangkap tangan, penyidik memiliki waktu 1×24 Jam untuk memutuskan apakah mereka terbukti melakukan tindak pidana atau tidak. Hasilnya, penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup. “Ini tidak hanya tiga tersangka saja, tapi juga LHI. Makanya, dalam pengumuman sebagai tersangka pun dilakukan kepada keempatnya secara bersama-sama,” tutur Johan.

KPK menurut Johan tidak akan berhenti di Luthfi. Kemungkinan keterlibatan pihak lain masih terbuka. Terkait kemungkinan pemeriksaan Menteri Pertanian Suswono, Johan menyatakan rencana itu belum ada.

Diketahui, Suswono adalah bawahan Luthfi di PKS. Kuat dugaan Luthfi berencana menggunakan pengaruhnya untuk memenangkan perusahaan yang diduga menyuapnya itu dalam tender kuota daging sapi 2013. Suswono membantah anggapan itu. Politisi PKS ini menegaskan, untuk impor sapi, tak ada yang bisa mempengaruhi.

“Sama sekali tidak bisa dipengaruhi, karena penentuan jumlah kuota dan pembagiannya sangat jelas dan transparan,” jelas Suswono.

Sementara itu, KPK melakukan penggeledahan di Kantor Kemtan, tepatnya di Gedung C lantai 6 dan 8, Kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penggeledahan sudah dilakukan sejak pukul 10.30 pagi, dan sampai dengan malam ini masih berlangsung.  Beberapa pegawai Kemtan masih ada yang bertahan mendampingi petugas KPK yang masih melakukan penggeledahan.

Seperti diberitakan, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus suap impor daging. Mereka adalah Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi yang merupakan Direktur PT Indoguna Utama, serta Ahmad Fathanah dan Lutfi Hassan Ishaq.

Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp1 miliar yang terdiri dari pecahan Rp100 ribu di mobil Ahmad Fathanah selepas ia bertemu Arya Abdi Effendi di gedung PT Indoguna. (fys)

Photo Gallery

Leave a Reply