Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Kamis, 17 April 2014
Follow Us :
RSS
Kamis, 17 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Megawati Merapat Ke SBY

Photo Gallery1 PhotoBy Ratu - Fri Dec 28, 7:16 am

MEGAWATI DAN SBY

 

Jakarta,baratamedia-Siapa yang tidak mengenal sifat Taufiq Kiemas yang lihai dalam hal “jual-beli” kekuasaan politik ? Salah satu buktinya ketika Ketua MPR RI itu ternyata sukses “melunakkan” hati SBY untuk memerintahkan Fraksi Demokrat mendukung suami Megawati Soekarnoputri itu menjadi Ketua MPR RI pada bulan Oktober 2009.

Padahal, ternyata dikemudian hari Presiden SBY sedikit kecewa kepada Taufiq Kiemas. Kenapa ? Karena fraksi PDIP di DPR RI tidak berubah sikapnya terhadap pemerintahan SBY. Semangat oposisi partai berlambang Banteng gemuk tidak pernah kendur mengkritisi berbagai kebijakan pemerintahan SBY..

Kapokkah SBY kepada Taufiq Kiemas ? Ternyata tidak sama sekali. Kedatangan Taufiq Kiemas ke Istana menemui SBY pada hari Rabu  (26/12) disambut hangat dan penuh sukacita oleh SBY. Taufiq yang didamping putrinya Puan Maharani menjadi tamu istimewa.

Kedatangan Taufiq dan putrinya yang juga salah seorang Ketua DPP PDIP juga terlihat menggembirakan petinggi Partai Demokrat, yang bahkan menilai bahwa hal itu  dapat diartikan sebagai hubungan yang positif antara Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan.

“Itu kan satu pertemuan. Bagus sekali. Yang namanya pertemuan selalu bagus. Apalagi, silaturahmi antara tokoh nasional itu merupakan suatu hal yang sangat positif sekali,” ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan, di Istana Negara Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Syarif mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut bukan tak mungkin partai berlambang bintang Mercy itu akan melakukan koalisi dengan PDI Perjuangan.

“Itu sangat mungkin, tidak tertutup kemungkinan. Sinyal (koalisi) itu kan di mana-mana selalu ada. Apalagi komunikasinya bagus seperti kemarin itu bagus sekali,” kata Syarif yang juga Menegkop-UKM.

Kendati Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak ikut serta dalam pertemuan tersebut, Syarif mengapresiasi adanya pertemuan itu. Dia mengibaratkan pertemuan SBY dan Taufiq sebagai bentuk kemesraan kedua partai.

Keretakan hubungan antara Megawati dengan SBY bermula pada 11 Maret 2004. Ketika itu SBY adalah Menko Polkam di pemerintahan Megawati yaitu Kabinet Gotong Royong. Pada saat itu SBY secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan ingin berkiprah sebagai politisi.

Pada Pilpres tahun 2004 SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla ikut bertarung melawan Megawati yang incumbent yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi Ketua Umum PB NU. Kursi Presiden R.I. akhirnya dimenangkan oleh pasangan SBY dan Jusuf Kalla.

Surat pengunduran diri SBY ditanggapi lain oleh Megawati yang malahan menganggap langkah SBY adalah sebuah “penghianatan”, karena Megawati merasa ditinggalkan di tengah jalan. Pada tahun 2004 itu juga ada ketegangan antara Taufiq dengan SBY, karena Taufiq secara blak-blakan menuduh SBY  “sebagai Jenderal yang kekanak – kanakan”.

Seperti diketahui, kemarin Taufiq ditemani putrinya Puan Maharani mendatangi Istana Negara Jakarta. Kedatangan keduanya selain untuk bersilaturahmi juga untuk memberikan buku biografi Taufiq yang berjudul Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam. Buku tersebut akan segera diluncurkan saat perayaan ulang tahun Taufiq yang ke-70 pada 31 Desember 2012 mendatang.

Mungkinkah akan terjadi suatu “keajaiban” menjelang Pemilu dan Pilpres 2014 , yaitu akan terjadinya islah atau rujuk politik antara Megawati dengan SBY. Masalahnya, Pemilu 2014 yang akan datang memang merupakan Pemilu yang sangat seksi. Sejumlah tokoh baik kader parpol maupun non parpol sedang digadang – gadang dan ada malahan yang menawar-nawarkan dirinya untuk didukung menjadi Capres 2014.

Didalam politik segalanya bisa saja terjadi. Banyak analis yang memperkirakan Taufiq akan mendesak Megawati supaya mau realistis menerima kenyataan. Mau mempersatukan kekuatan SBY dengan kekuatan Megawati demi untuk menggapai kekuasaan pada Pilpres 2014.

Ada kesan di masyarakat, bahwa mayoritas kader PDIP di seluruh Indonesia sudah lelah menjadi oposisi. Jika tekanan mayoritas massa PDIP bisa mengalahkan sikap “keras kepala” Megawati, maka tidak tertutup  kemungkinan Megawati akan merapat kepada SBY.

Sebagaimana bunyi adagium : Di dalam politik tidak ada kawan abadi dan tidak ada musuh abadi. Yang abadi adalah kepentingan ! (ratu)

 

Photo Gallery

1 Comment

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last
  1. saya bergabung dgn barata media.com karna berita nya tegas, lugas, tranpran

Comments -49 - 0 of 1First« PrevNext »Last

Leave a Reply