Warning: Missing argument 1 for get_post(), called in /home/barata19/public_html/wp-content/plugins/wordpress-seo/frontend/class-opengraph.php on line 489 and defined in /home/barata19/public_html/wp-includes/post.php on line 380
Sabtu, 19 April 2014
Follow Us :
RSS
Sabtu, 19 April 2014
Pergerakan Kebangsaan

Borneo Energi dan Grup Bakrie Hengkang dari Bumi Plc

By Vanzank - Wed Dec 26, 9:52 am

Bumi

Ilustrasi

JAKARTA, baratamedia-Pekan ini, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) dan Grup Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings) akan berpisah dari kongsi di Bumi Plc.

Kini, keduanya tengah menuntaskan pemisahan harta berupa 47,6% saham Bumi plc.
BORN dan Grup Bakrie berkongsi memiliki 47,6% saham Bumi Plc melalui dua special purpose vehicle (SPV). Dua SPV tersebut bernama Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd dan Bumi Borneo Resources Pte Ltd.

Proses pemisahan BORN dan Grup Bakrie sebenarnya sudah dirancang sejak Oktober 2012. Tapi, upaya tersebut sempat terhenti akibat Panel Otoritas Bursa Saham London menelusuri dugaan keterkaitan (concerted party) antara Grup Bakrie dan BORN.
Pada 19 Desember 2012, Panel Bursa London sudah menuntaskan penyelidikannya. “Sehingga sekarang kami dibolehkan sign separation agreement,” terang Samin Tan, pemilik BORN kepada wartawan, Jumat (21/12).

Samin Tan menjelaskan, ada tiga pilihan yang mengemuka. Opsi pertama, kata Tan. dua SPV itu akan dibubarkan dan aset-asetnya dibagi sama rata. Pilihan kedua, Borneo dan Bakrie masing-masing memegang satu SPV. Tiap SPV menguasai 23,8% saham Bumi Plc. Pilihan ketiga, Borneo menjual kepemilikannya di dua SPV itu, dan akan membeli kembali (buyback).

Christopher Fong, Juru Bicara Grup Bakrie menyatakan, hingga saat ini belum ada keputusan di antara keduanya. Samin Tan juga hanya menyatakan, “Grup Bakrie mempunyai spirit agar jangan sampai kami rugi”.

Sekadar berkilas balik, gara-gara perselisihan Bakrie dan Nathaniel Rothschild, Grup Bakrie akhirnya memutuskan keluar dari Bumi Plc, dengan cara mengajukan proposal keluar dari Bumi Plc. Salah satu isi proposal itu adalah tukar guling 23,8% saham Bumi Plc miliknya dengan 10,3% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik Bumi Plc.

Oleh karena itu, perceraian Borneo dan Grup Bakrie tampak krusial bagi pelaksanaan proposal tersebut. Sebab, jika kongsi tersebut dibubarkan, masing-masing akan mendapatkan 23,8% saham Bumi Plc (47,6% dibagi dua). Saham itu pula yang akan menjadi bahan tukar guling saham Bumi Plc dan saham BUMI.(ali)

Leave a Reply